Kategori:
- SDG 13
- Adaptasi
- Pupuk berkelanjutan

Penggunaan Pupuk organik berbahan dasar Air Cucian Beras Pada Tanaman Antipolusi dalam Pengembangan Biodegradable Pot in Classroom (Biopor). Metode yang digunakan adalah model pengembangan ruang hijau pada setiap kelas yang diberi nama Biodegradable Pot in Classroom (BioPoRo). Biodegradable pot yang dimaksud adalah suatu pot untuk media semai yang terbuat dari bahan organik dan limbah kertas yang dapat menggantikan pot plastik sehingga meminimalisir adanya residu. Model pengembangan BioPoRo ini diharapkan dapat mengatasi permasalahan di sekolah dalam mengahadapi perubahan iklim.
Lokasi: Kalimantan, Kota Pontianak
Informasi media sosial:
Website: http://www.smamujahidinptk.sch.id/
Tiktok: https://www.tiktok.com/@smamujahidin
Youtube: https://www.youtube.com/@SMAMujahidinPontianak
Guru pembimbing: Tari Indriani
Informasi lebih lanjut tentang proyek ini dapat ditemukan di sini.
Anggota ICCA: YSDK
Yayasan Swadaya Dian Khatulistiwa (YSDK) berdiri pada tanggal 13 September 1989, berlokasi di Kota Pontianak, Kalimantan Barat. YSDK berfokus pada program kerja advokasi kepemilikan tanah & batas desa, penguatan kapasitas pemerintahan desa dan BPD dengan pendekatan partisipatif, peningkatan ekonomi masyarakat berbasis pertanian terpadu & berkelanjutan, kesetaraan dan keadilan gender, penguatan kelembagaan BUMDESA, dan terakhir mitigasi & adaptasi perubahan iklim.




