Kelinci GILA: Gagasan – Ide – Langsung Aksi
February 22, 2026
Video !!! Melon Manis dari Greenhouse: Inovasi Teknologi Tepat Guna JAMTANI untuk Mendorong Petani Muda
March 4, 2026

Sekolah Ramah Lingkungan melalui Program School Mini Forest

Penulis: Bayu Putra Yamin Lande

SMKN 3 Soppeng terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga kelestarian lingkungan melalui pengembangan program School Mini Forest atau hutan mini sekolah. Program ini menjadi salah satu upaya nyata sekolah dalam mengurangi emisi, menciptakan lingkungan belajar yang sehat, serta menanamkan karakter peduli lingkungan kepada peserta didik.

Komitmen tersebut mendapat dukungan dari berbagai pihak, salah satunya dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Soppeng yang menyerahkan bantuan bibit tanaman kepada pihak sekolah pada 6 Februari 2026. Bibit yang diberikan antara lain jambu kristal, pucuk merah, dan berbagai tanaman lainnya untuk mendukung kegiatan penghijauan sekolah. Kegiatan ini menjadi motivasi bagi warga sekolah dalam memanfaatkan lahan secara produktif sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem.

Program School Mini Forest di SMKN 3 Soppeng merupakan bentuk partisipasi sekolah dalam kompetisi RYCAM School Contest bertema “Menjawab Tantangan Perubahan Iklim” tahun 2024 dengan proposal berjudul Mengurangi Emisi Melalui School Mini Forest. Program ini dirancang sebagai solusi inovatif dalam menghadapi isu perubahan iklim, polusi udara, serta berkurangnya ruang hijau di lingkungan pendidikan.

Implementasi School Mini Forest oleh SMKN 3 Soppeng

Melalui konsep hutan mini, sekolah menciptakan area hijau yang ditanami berbagai jenis pohon produktif dan tanaman lokal dengan metode Miyawaki. Metode ini menekankan penanaman dengan kepadatan tinggi, pemilihan tanaman sesuai kondisi lingkungan, serta perawatan intensif pada tahap awal. Dengan metode tersebut, pertumbuhan tanaman menjadi lebih cepat dan mampu membentuk ekosistem yang stabil dalam waktu relatif singkat.

Kepala SMKN 3 Soppeng, Reni Andriani, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah daerah terhadap program penghijauan sekolah. Menurutnya, keberadaan School Mini Forest tidak hanya memperindah lingkungan sekolah, tetapi juga berkontribusi dalam menjaga kualitas udara, keseimbangan ekosistem, serta menyediakan ruang terbuka hijau bagi warga sekolah.

Selain berdampak pada aspek lingkungan, program ini juga berperan penting dalam pendidikan karakter. Peserta didik dilibatkan langsung dalam kegiatan penanaman, perawatan tanaman, pengelolaan pupuk organik, hingga pemeliharaan satwa seperti burung dara dan kelinci. Kegiatan tersebut membentuk sikap tanggung jawab, kepedulian, serta kesadaran akan pentingnya menjaga alam sejak dini.

Manfaat ekologis dari School Mini Forest di SMKN 3 Soppeng sangat beragam, mulai dari peningkatan kualitas udara, penyerapan karbon dioksida, pengurangan suhu lingkungan, hingga pencegahan banjir dan erosi. Keberadaan hutan mini juga mendukung keanekaragaman hayati dan menciptakan habitat bagi berbagai jenis flora dan fauna.

Meski demikian, pelaksanaan program ini juga menghadapi sejumlah tantangan, seperti keterbatasan lahan, kebutuhan perawatan awal yang intensif, serta perlunya peningkatan kesadaran seluruh warga sekolah. Namun, melalui kerja sama antara guru, peserta didik, komite sekolah, dan dukungan dari instansi terkait, tantangan tersebut terus diupayakan untuk diatasi secara bertahap.

Melalui program ini, SMKN 3 Soppeng membuktikan bahwa sekolah tidak hanya berfungsi sebagai tempat belajar akademik, tetapi juga sebagai pusat pembentukan karakter dan kepedulian terhadap bumi. School Mini Forest menjadi simbol nyata komitmen sekolah dalam menciptakan generasi yang sadar lingkungan, bertanggung jawab, dan siap berkontribusi dalam menghadapi tantangan perubahan iklim di masa depan.