Penulis: Fisal Hafiz
Pangandaran, Februari 2026
JAMTANI Indonesia terus mengembangkan berbagai pendekatan budidaya inovatif untuk menarik minat generasi muda dalam sektor pertanian. Salah satu kajian yang saat ini dilakukan adalah pengembangan budidaya melon dengan memanfaatkanteknologi tepat guna yang dipadukan dengan sistemgreenhouse, sehingga proses produksi dapat lebih terkontrol, efisien, dan mudah dipelajari oleh petani muda. Pendekatan ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan diri generasi muda untuk terjun ke usaha budidaya hortikultura bernilai ekonomi tinggi.
Dalam kajian ini, tim menggunakan varietas melon 95 Promax, yang memiliki daging buah berwarna kuning dengan rasa manis dan tekstur yang disukai pasar. Sistem budidaya dilakukan di dalam greenhouse dengan dukungan teknologi sederhana namun efektif, seperti AC timer untuk pengaturan waktu operasional sistem serta irigasi tetes yang berfungsi menyalurkan air dan nutrisi secara langsung ke akar tanaman. Dengan sistem ini, proses pemberian nutrisi menjadi lebih efisien, terukur, dan mudah diterapkan oleh petani muda.
Untuk mendukung konsep pertanian berkelanjutan, sistem greenhouse tersebut juga memanfaatkan sumber energi terbarukan berupa solar panel serta windmill sebagai penyedia energi bagi kebutuhan operasional. Pendekatan ini tidak hanya menekan biaya energi, tetapi juga memperkenalkan praktik pertanian yang lebih ramah lingkungan kepada peserta pelatihan dan masyarakat sekitar.
Secara teknis, budidaya melon dalam sistem ini membutuhkan waktu sekitar 70 hari sejak penanaman hingga panen keseluruhan. Dalam periode tersebut, tanaman dirawat dengan sistem pemeliharaan terkontrol yang memungkinkan pertumbuhan optimal serta kualitas buah yang seragam. Metode ini juga menjadi sarana pembelajaran langsung bagi peserta Climate Business Field School (CBFS) dan para petani muda untuk memahami praktik budidaya hortikultura modern secara praktis.

Selain sebagai kegiatan produksi, kebun melon ini juga berkembang menjadi ruang edukasi dan destinasi kunjungan masyarakat. Banyak pengunjung yang datang untuk melihat langsung proses budidaya di greenhouse, berfoto, sekaligus membeli melon segar yang dipanen langsung dari kebun. Hal ini menunjukkan bahwa pertanian tidak hanya memiliki nilai produksi, tetapi juga potensi sebagai agrowisata dan ruang edukasi pertanian modern.
Kajian budidaya melon ini melibatkan kolaborasi antara JAMTANI dan BUMDes Bungur Raya yang berlokasi di Pangandaran. Kerja sama ini merupakan bagian dari proses kaji terap yang dilakukan setelah tim JAMTANI berkunjung ke salah satu destinasi kebun melon yang berkembang di desa tersebut. Dari pengalaman lapangan tersebut, JAMTANI bersama mitra desa berupaya mengadaptasi teknologi dan sistem budidaya yang sesuai dengan kondisi lokal sekaligus memberikan ruang belajar bagi petani muda di wilayah tersebut.
Melalui pengembangan model budidaya melon dengan teknologi tepat guna ini, JAMTANI berharap semakin banyak generasi muda yang melihat pertanian sebagai sektor yang modern, inovatif, dan memiliki peluang ekonomi yang menjanjikan. Integrasi teknologi sederhana, energi terbarukan, serta pendekatan pembelajaran langsung di lapangan diharapkan dapat mempercepat lahirnya petani muda yang adaptif dan kreatif dalam mengembangkan usaha pertanian.
Kontak Media
JAMTANI Indonesia
Website: www.jamtani.or.id
Email: info.jamtani@gmail.com
Telepon: 0265-7501156



