🐰 Cerita Seru Implementasi RYCAM Young Cool Farmer Challenge!
Penulis: Fisal Hafiz
📍 Desa Ciganjeng, Pangandaran
Ciganjeng, Pangandaran – ada satu nama yang terdengar nyeleneh tapi justru sulit dilupakan: Kelinci GILA. Bukan sekadar nama unik, tapi singkatan dari Gagasan, Ide, Langsung Aksi. sebuah semangat bergerak cepat dari konsep menuju praktik nyata.
Melalui program RYCAM Young Cool Farmer Challenge, kelompok ini membuktikan bahwa budidaya kelinci bukan sekadar peternakan biasa. Ia tumbuh menjadi ruang belajar, laboratorium inovasi, sekaligus tempat lahirnya harapan baru bagi pertanian berkelanjutan.
🌱 Dari Kandang ke Inovasi Bernilai Tambah
Sejak awal implementasi, tim Kelinci GILA tidak hanya fokus pada budidaya, tetapi juga mengembangkan produksi pupuk organik cair (POC) dari limbah ternak. Produksi sudah berjalan dan bahkan sedang melalui proses uji laboratorium untuk mengetahui kandungan nutrisinya.
Di kandang, rutinitas perawatan terus dilakukan mulai dari pemberian vitamin bulanan, vaksinasi, hingga pengawasan kesehatan ternak. Semua dilakukan sebagai upaya menjaga kualitas produksi sekaligus memastikan sistem budidaya berjalan berkelanjutan.
Menariknya, dari proses ini mereka menyadari satu hal penting:
budidaya kelinci bukan hanya soal ternaknya, tapi juga tentang ekosistem usaha mulai dari pupuk organik, edukasi, hingga potensi agrowisata.
Selama implementasi, kandang Kelinci GILA justru menjadi ruang pertemuan banyak pihak. Berbagai kunjungan edukasi dan monitoring datang silih berganti:
- Mahasiswa KKN dari Universitas Siliwangi untuk pembelajaran lapangan.
- Kunjungan edukasi dari komunitas pendidikan.
- Monitoring dan perhitungan emisi oleh tim co-research YCFC.
- Pendampingan dan kolaborasi bersama P4S Taruna Tani Mekar Bayu.
Bahkan mereka juga terlibat dalam program regenerasi petani bersama kelompok tani lokal, mengajak anak TK hingga SMP belajar bertani sejak dini. Dari kandang kecil, lahir gerakan edukasi yang lebih besar.
Dukungan juga datang dari JAMTANI dan RYCAM yang memfasilitasi kaji terap dan penguatan kapasitas kelompok. Dari sana muncul mimpi baru: menjadikan lokasi ini sebagai pelopor agrowisata edukasi pertanian di Kabupaten Pangandaran.
🐇 Cerita dari Lapangan

Perjalanan tentu tidak selalu mulus. Ada banyak cerita yang membuat tim tertawa sekaligus belajar. Proses perkawinan kelinci menjadi pengalaman unik bahkan sering mengundang tawa karena perilaku ternak yang tak terduga. Ada juga tantangan seperti kematian ternak, hingga keterbatasan biaya untuk uji laboratorium POC.
Awal tahun 2026 membawa cerita haru sekaligus harapan. Salah satu indukan melahirkan empat anak, meski hanya dua yang bertahan hidup. Indukan lain melahirkan satu anak yang tidak selamat. Namun proses terus berjalan POC masih dalam tahap fermentasi dan diharapkan segera panen.
“Tantangan alam pun sempat datang. Angin kencang pada 24 Januari menerbangkan atap kandang dan membuat kelinci stres hingga sulit makan. Tapi dengan penanganan cepat, kondisi ternak kembali norma. Dari sini kami belajar untuk terus belajar untuk beradaptasi terhadap perubahan iklim dan tidak mudah menyerah menghadapi tantangan”
~ Deni Ginanjar, Ketua Kelompok Kelinci GILA
Cerita Kelinci GILA menunjukkan bahwa pertanian dan peternakan modern bukan hanya tentang produksi, tetapi tentang kreativitas, kolaborasi, dan keberanian mencoba.
Dari pupuk organik cair, edukasi generasi muda, hingga mimpi agrowisata semua berawal dari gagasan sederhana yang langsung diwujudkan dalam aksi nyata.
Kisah Kelinci GILA hanyalah satu dari banyak cerita inspiratif implementasi RYCAM Young Cool Farmer Challenge. Di berbagai daerah, petani muda terus bereksperimen, belajar dari tantangan, dan menciptakan solusi nyata bagi pertanian ramah iklim.
Kalau dari kandang kelinci saja bisa lahir perubahan sebesar ini, bayangkan inovasi apa lagi yang sedang tumbuh di luar sana 🌱🐇



