Penulis: Bayu Putra Yamin Lande
Program Young Cool Farmer Challenge (YCFC) Season 1 yang diinisiasi oleh RYCAM akan segera mencapai puncaknya pada April 2026. Sebagai bagian dari upaya merangkul petani muda untuk berinovasi di sektor pertanian, program ini tidak hanya mendorong lahirnya ide-ide kreatif, tetapi juga memastikan bahwa setiap inovasi memiliki dampak nyata, baik dalam mereduksi emisi maupun memberikan nilai ekonomi yang berkelanjutan.
Dalam praktiknya, menciptakan inovasi di sektor pertanian saja tidak cukup. Tantangan utama yang dihadapi para petani muda adalah bagaimana menjadikan inovasi tersebut layak secara ekonomi dan menarik untuk dikembangkan sebagai usaha yang berkelanjutan. Hal ini menjadi semakin penting mengingat sektor pertanian saat ini masih kurang diminati oleh generasi muda.
Menjawab kebutuhan tersebut, RYCAM-MPM menyelenggarakan Workshop Portofolio Bisnis sebagai wadah penguatan kapasitas peserta dalam menyusun strategi kelayakan ekonomi pada inovasi mereka. Kegiatan ini mempertemukan para peserta YCFC Season 1 wilayah Indonesia Timur, khususnya Toraja dengan konsultan agribisnis YCFC wilayah Timur, Daniella Chyntia Sampepajung.

Bertempat di Aula MPM, Tana Toraja, Daniella atau yang akrab disapa Ella memberikan pemahaman mendalam mengenai pentingnya portofolio bisnis sebagai alat untuk mengemas ide usaha secara lebih menarik, khususnya bagi generasi muda. Dalam sesi workshop, peserta dibimbing secara langsung untuk menyusun komponen penting dalam bisnis, mulai dari arus kas, laporan laba rugi, hingga pengenalan dasar neraca bisnis.
Lead Project RYCAM-MPM, Tandu Ramba, menegaskan bahwa penyusunan laporan kelayakan ekonomi merupakan langkah krusial yang wajib disusun oleh para peserta YCFC. Hal ini sebagai upaya dalam mendorong lebih banyak pemuda terlibat di sektor pertanian ramah iklim kedepannya. Dengan pendekatan yang tepat, pertanian tidak hanya dipandang sebagai sektor tradisional, tetapi juga sebagai peluang usaha yang inovatif, ramah iklim, dan tetap menguntungkan secara ekonomi.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para peserta YCFC wilayah Timur khususnya tim Malada Grup dan Day6 yang berbasis di Toraja mampu menyusun laporan kelayakan ekonomi dari inovasi mereka secara lebih terstruktur dan profesional. Dengan demikian, inovasi yang dihasilkan tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga mampu berkembang menjadi bisnis yang berkelanjutan dan menginspirasi lebih banyak anak muda untuk terjun ke sektor pertanian.
Workshop ini menjadi salah satu langkah nyata dalam memastikan bahwa inovasi yang lahir dari para petani muda tidak berhenti pada ide semata, tetapi mampu tumbuh menjadi usaha yang berdampak dan berkelanjutan. Melalui penguatan kapasitas dan pendampingan yang tepat, RYCAM terus berkomitmen mendorong lahirnya generasi muda yang tidak hanya peduli terhadap isu iklim, tetapi juga mampu menghadirkan solusi nyata melalui sektor pertanian. Harapannya, semangat dan praktik baik dari para peserta YCFC ini dapat menginspirasi lebih banyak pemuda untuk melihat pertanian sebagai peluang masa depan yang menjanjikan.



