Semangat Muda untuk Iklim: Aksi Day6 dan Malada Grup Menginspirasi Pemuda Gereja di Toraja

International Women’s Day: Menguatkan Peran Perempuan dan Pemuda dalam Aksi Iklim Berbasis Komunitas
March 9, 2026
Dari Inovasi ke Aksi: Petani Muda RYCAM Siap Bangun Bisnis Pertanian Ramah Iklim
March 24, 2026

Semangat Muda untuk Iklim: Aksi Day6 dan Malada Grup Menginspirasi Pemuda Gereja di Toraja

Penulis: Bayu Putra Yamin Lande

Komitmen untuk memperluas praktik pertanian ramah iklim terus ditunjukkan oleh para peserta Young Cool Farmer Challenge (YCFC). Di Toraja, dua tim dari Indonesia Timur, yaitu Day6 dan Malada Grup, mengambil langkah nyata dengan menyelenggarakan kegiatan sosialisasi dan pelatihan singkat bagi pemuda gereja di komunitas mereka.

Kedua kegiatan ini dilaksanakan di lokasi yang berbeda. Malada Grup menyelenggarakan sosialisasi di Gereja Toraja Jemaat Bungin Makale, sementara tim Day6 mengadakan kegiatan serupa di GBI Bethany Makale. Meskipun dilaksanakan di tempat yang berbeda, kedua kegiatan tersebut memiliki tujuan yang sama, yaitu memperluas pengetahuan dan mendorong keterlibatan pemuda gereja dalam aksi iklim melalui praktik pertanian yang lebih ramah lingkungan.

Kegiatan diawali dengan sesi edukasi mengenai dampak perubahan iklim yang disampaikan oleh staf RYCAM, Bayu Putra. Dalam pemaparannya, para peserta diajak memahami tantangan perubahan iklim yang semakin nyata serta dampaknya terhadap sektor pertanian dan kehidupan masyarakat. Selanjutnya, Program Manager RYCAM MPM, Yessy Anatalia Siagian, memperkenalkan program RYCAM serta tujuan besarnya dalam mendorong keterlibatan pemuda dalam aksi iklim berbasis kewirausahaan dan pertanian berkelanjutan.

Memasuki sesi inti, masing-masing tim membagikan inovasi dan praktik yang mereka kembangkan selama mengikuti YCFC. Tim Day6 memperkenalkan inovasi bertajuk “Hybrid Mulch: Mulsa Organik dengan Nutrisi Tambahan untuk Pertanian Berkelanjutan.” Inovasi ini memanfaatkan jerami sebagai mulsa organik yang berfungsi sebagai pengganti mulsa plastik. Selain membantu menjaga kelembapan tanah dan menekan pertumbuhan gulma, penggunaan jerami juga memberikan tambahan nutrisi alami bagi tanah sehingga mendukung sistem pertanian yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Sementara itu, Malada Grup mempresentasikan kegiatan mereka yang berjudul “Pembibitan Cabai Ramah Lingkungan.” Kegiatan ini berfokus pada praktik pembibitan cabai secara organik dengan memanfaatkan bahan-bahan alami yang mudah diperoleh di lingkungan sekitar. Melalui pendekatan ini, Malada Grup ingin menunjukkan bahwa proses pembibitan dapat dilakukan secara lebih ramah lingkungan sekaligus mendukung produksi pertanian yang sehat dan berkelanjutan.

Sosialisasi Implementasi Kegiatan YCFC oleh tim Day6 dan Malada Grup

Sebagai bagian dari sesi praktik, para peserta juga mendapatkan pelatihan singkat mengenai beberapa teknik pertanian ramah iklim, seperti pembuatan kompos organik, pestisida alami, dan media tanam ramah iklim. Materi disampaikan secara sederhana agar mudah dipahami dan dapat langsung dipraktikkan oleh para pemuda gereja di rumah maupun di lingkungan komunitas mereka.

Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari para pemuda gereja. Selain memberikan pengetahuan baru mengenai pertanian ramah iklim, sosialisasi ini juga membuka ruang diskusi dan kolaborasi antara tim YCFC dan komunitas gereja dalam mendorong aksi iklim di tingkat lokal.

Melalui langkah sederhana namun bermakna ini, Day6 dan Malada Grup menunjukkan bahwa pemuda memiliki peran penting dalam menghadirkan solusi inovatif bagi tantangan perubahan iklim. Kolaborasi antara komunitas gereja, pemuda, dan program seperti RYCAM menjadi contoh nyata bagaimana aksi iklim dapat dimulai dari lingkungan terdekat dan memberi dampak yang lebih luas bagi masa depan pertanian yang berkelanjutan.