Young Cool Farmer Challenge: Kompilasi Ide-Ide Terbaik dari Indonesia Timur

RYCAM di International Climate Change Conference 2025: Pemuda Desa Indonesia Perkuat Aksi Iklim Global
November 12, 2025
Belajar dari Hulu ke Hilir: Catatan Kaji Terap CBFS 2025 di Yogyakarta
December 11, 2025

Young Cool Farmer Challenge: Kompilasi Ide-Ide Terbaik dari Indonesia Timur

Penulis: Bayu Putra Yamin Lande

Tana Toraja – Young Cool Farmer Challenge (YCFC), kompetisi bagi anak muda di bidang pertanian memasuki babak baru. Ada tiga tim dari wilayah Indonesia Timur telah berhasil masuk dalam tahap implementasi yang diadakan oleh RYCAM (Rural Youth Climate Action Movement) ini. Tiga tim ini, terdiri dari Day6 dari Toraja Utara, Sulawesi Selatan, Malada Group dari Tana Toraja, Sulawesi Selatan dan Green Sustainable Team dari Makassar, Sulawesi Selatan.

Tim YCFC Indonesia Timur (Day 6, Malada Grup & Green Sustainable Team)

Beragam ide dalam proposal mereka, kini telah memasuki tahap implementasi. Ketiga tim ini mulai fokus mendorong inovasi terbaik mereka dalam mewujudkan sistem pertanian yang rendah emisi namun tetap menghasilkan keuntungan ekonomi yang layak.

Day6 fokus mengembangkan mulsa berbahan dasar jerami. Hal ini merupakan aksi nyata dalam pengurangan penggunaan plastik dan pemanfaatan jerami. Mereka telah berhasil membuat beberapa mulsa yang akan di uji coba di lahan percontohan, sebelum dapat didistribusikan ke pasar.

Sementara itu, Malada Group yang berfokus dalam penyediaan bibit cabai ramah iklim mulai memasuki tahap produksi . Mereka mengedepankan prinsip-prinsip ramah iklim, seperti penggunaan daun pisang sebagai media semai dan pemanfaatan limbah jerami sebagai kompos. Selain itu, penanaman cabai yang dilakukan oleh konsumen mereka akan dapat membantu penyerapan CO2 yang menjadi salah satu unsur terbesar dari emisi gas rumah kaca.

Green Sustainable Team, punya cara yang tak kalah menarik. Tim mahasiswa ini berinovasi mengembangkan teknologi “smart farming”pada salah satu media hidroponik kelompok wanita tani di Makassar, Sulawesi Selatan. Dengan memanfaatkan kecerdasan buatan, tim ini secara khusus mengembangkan metode pemrograman sensor otomatis padashading netdalam green house. Sensor ini  berfungsi mengatur intensitas cahaya yang dibutuhkan oleh tanaman. Selain itu masalah krisis air akibat dampak perubahan iklim juga menjadi fokus yang hendak diselesaikan oleh tim ini melalui pemanfaatan teknologi“drip vertigasi”. Teknologi ini memungkinkan penggunaan air yang efisien dan tepat guna.

Ketiga tim unggulan dari Indonesia Timur ini, menawarkan inovasi yang menarik dalam kampanye anak muda YCFC. Diharapkan, upaya ini bisa menginspirasi gerakan anak muda lainnya dalam mewujudkan bumi yang lestari. 

Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi akun Instagram @rycam.id atau laman resmi www.rycam.id.