JAMTANI Hadiri AGRIMAT 2025: Dorong Inovasi Pertanian Ramah Iklim untuk Petani Muda

Climate Business Field School: Selayang Pandang Peran Fasilitator Merangkul Kaum Muda
August 25, 2025
Petani Bersuara Menuntut Rancangan Undang-Undang Keadilan Iklim
September 22, 2025

JAMTANI Hadiri AGRIMAT 2025: Dorong Inovasi Pertanian Ramah Iklim untuk Petani Muda

Penulis: Fisal Hafiz

Semarang, 17–19 Juli 2025 — Dalam rangka mendorong adopsi teknologi dan inovasi pertanian di kalangan petani muda, JAMTANI menghadiri pameran besar yang digelar secara terpadu di Muladi Dome, Universitas Diponegoro (UNDIP), Semarang: AGRIMAT 2025 dan Jateng Cold Chain Expo

Acara ini menghadirkan beragam inovasi dari sektor pertanian dan logistik dengan pendingin. Bagi JAMTANI, ini menjadi bagian dari komitmen untuk menjembatani petani muda dengan solusi teknologi yang dapat meningkatkan efisiensi produksi, kualitas hasil panen, dan nilai tambah produk.

Menyusuri Inovasi dari Hulu ke Hilir

Selama tiga hari kunjungan, tim JAMTANI menjelajahi berbagai stan yang menampilkan teknologi pertanian dari hulu ke hilir. Mulai dari alat input, teknologi budidaya, hingga peralatan pascapanen.

Salah satu yang menarik perhatian adalah inovasi dari Institut Teknologi Bandung (ITB) yang memamerkan teknologi pengering pascapanen. Alat ini dirancang untuk mengeringkan hasil pertanian secara efisien sehingga mencegah kerusakan akibat panen serentak dan mengurangi potensi oversupply. Inovasi ini sangat relevan bagi petani muda yang ingin menjaga kualitas produk dan mendapatkan harga jual yang lebih baik di pasar.

Belajar dari Seminar: Dari Kemasan Halal hingga Solusi Kekurangan Tenaga Kerja

Tak hanya pameran produk, JAMTANI juga aktif mengikuti seminar-seminar tematik yang digelar di sela-sela acara. Salah satu topik yang menarik adalah penerapan kemasan halal pada industri pangan dan minuman. Seminar ini mengungkap bahwa kemasan bukan hanya soal estetika, tetapi juga jaminan kualitas dan kepercayaan konsumen, terutama dalam pasar global yang semakin selektif. Setiap kemasan kini dapat dilengkapi dengan label halal yang terintegrasi dan terverifikasi.

Isu lain yang turut menjadi perhatian JAMTANI adalah minimnya tenaga kerja saat masa tanam padi. Untuk itu, JAMTANI melakukan observasi langsung terhadap produk inovatif milik Ponco Tani di Pemalang yakni teknologi penanam bibit padi dengan sistem pengarah dari depan. Sistem ini memungkinkan penanaman yang lebih rapi dan efisien, karena bibit yang telah ditanam tidak lagi terinjak oleh operator alat. Teknologi ini sangat potensial untuk diterapkan dalam skema pertanian modern dan skala kecil-menengah.

Menuju Pertanian yang Lebih Cerdas dan Inklusif

Kehadiran JAMTANI dalam AGRIMAT 2025 menjadi langkah konkret untuk terus memperkuat jejaring dengan pelaku industri dan lembaga riset, sekaligus membuka ruang belajar bagi petani muda. Teknologi yang dipamerkan tidak hanya canggih, tetapi juga adaptif terhadap tantangan lapangan seperti perubahan iklim, keterbatasan tenaga kerja, dan fluktuasi harga pasar.

JAMTANI meyakini bahwa masa depan pertanian Indonesia ada di tangan generasi muda. Maka dari itu, menghubungkan mereka dengan inovasi, informasi, dan jejaring seperti dalam pameran ini menjadi sangat penting.