Climate Business Field School: Selayang Pandang Peran Fasilitator Merangkul Kaum Muda

RYCAM School Contest 2025: Pelopor Aksi Iklim melalui Peran Siswa Indonesia
August 2, 2025
JAMTANI Hadiri AGRIMAT 2025: Dorong Inovasi Pertanian Ramah Iklim untuk Petani Muda
August 29, 2025

Climate Business Field School: Selayang Pandang Peran Fasilitator Merangkul Kaum Muda

Penulis: Bayu Putra Yamin Lande
Salatiga, 21-23 Juni 2025

Climate Business Field School (CBFS) atau Sekolah Lapang Iklim Agribisnis merupakan satu kegiatan RYCAM yang ditujukan bagi pemuda pedesaan. Kegiatan ini, seperti halnya sekolah lapang iklim dengan penerapan teknik pembelajaran yang berfokus pada orang dewasa (andragogi). Namun untuk sesi ini,  difokuskan pada pemuda dan melibatkan aspek bisnis serta penerapan netzero farming.

Trainer yang mempuni dibutuhkan dalam memberikan edukasi dan pemahaman konprehensif terkait empat aspek utama dalam CBFS meliputi pemahaman resiko iklim, agroekosistem, bisnis pertanian dan penerapan pertanian net zero. Oleh karenanya, Jaringan Masyarakat Tani Indonesia (Jamtani) bersama Yayasan Motivator Pembangunan Masyarakat (MPM) menyelenggarakan ToT (Training of Trainers) kepada seluruh jajaran staf masing masing lembaga, sehingga diharapkan mereka mampu menjadi fasilitator yang baik dalam kegiatan CBFS di masing-masing wilayah.

Pelatihan teknis kepada calon pemandu Climate Business Field School

Secara khusus, Yayasan MPM menghadirkan beberapa staf lapangan dengan segudang pengalaman dalam majamemen kegiatan sekolah lapang iklim, salah satunya Ibu Dorkas Paundanan. Beliau adalah staf lapangan yang telah bertugas di beberapa desa binaan. Dia telah menerima sejumlah penghargaan, termasuk prestasinya mengusulkan salah satu desa binaan MPM yang telah dibinanya selama kurang lebih 4 tahun sebagai penerima penghargaan Program Kampung Iklim (Proklim) di tahun 2020. Dia mendapat penghargaan sebagai Perempuan Inspiratif pada Hari Kartini 21 April 2025 oleh Pemerintah Kabupaten Tana Toraja, berkolaborasi bersama pihak akademisi Universitas Kristen Indonesia Toraja dalam pemanfaatan lahan pekarangan berbasis ekowisata. Ibu Dorkas juga telah dipercaya menjadi fasiliator manajemen pertanian organik, diantaranya pembuatan kompos dan pestisida organik.

Ibu Dorkas Paundanan sebagai calon fasilitator CBFS oleh Yayasan MPM

Sebagai salah satu fasilitator dengan segudang pengalaman, Ibu Dorkas turut memberikan komentar pada kegiatan CBFS yang akan dilaksanakan di Yayasan MPM. “Sekolah lapang iklim agribisnis merupakan satu hal baru untuk wilayah Toraja, dan penting menyasar kaum muda sebagai aktor yang akan berperan dalam kegiatan ini” ujar Ibu Dorkas. Ada fenomena yang terjadi di desa, soal anak muda yang kurang tertarik dalam pertanian karena berbagai alasan. “Adanya kegiatan sekolah lapang iklim bisnis ini,  diharapkan akan menumbukan rasa ketertarikan kaum muda dalam dunia pertanian yang diiringi dengan prospek bisnis yang menjanjikan.”tambahnya.

Selain itu, Ibu Dorkas kembali menambahkan bahwa materi pembelajaran yang diadopsi cukup menarik, seperti pengenalan Business Model Canvas, Analisa Usahatani Sederhana hingga digitalisasi pertanian. Kedepannya diharapkan hal ini akan mampu menumbuhkan budaya pikir baru bahwa bisnis pertanian merupakan peluang menarik bagi kaum muda pedesaan di masa mendatang.