Penulis: Fisal Hafiz
Thai Nguyen-Vietnam, 2025. Melalui Rural Youth Climate Action Movement (RYCAM), dua peneliti muda RYCAM Indonesia, Fisal Hafiz dari Jaringan Masyarakat Tani Indonesia (JAMTANI) dan Yessy Siagian dari Yayasan Motivator Pembangunan Masyarakat (YMPM), berpartisipasi dalam International Climate Change Conference 2025 yang diselenggarakan oleh Thai Nguyen University, Vietnam. Forum internasional ini mempertemukan akademisi, praktisi pembangunan, serta aktivis iklim dari berbagai negara untuk berbagi hasil riset, pembelajaran, dan praktik terbaik dalam menghadapi tantangan perubahan iklim.

Dalam forum tersebut, Fisal Hafiz memaparkan hasil penelitian berjudul “Youth Empowerment in Climate Action: Best Practices from the RYCAM Indonesia School Contest for Sustainable Consumption and Production”. Penelitian ini mengangkat praktik baik implementasi RYCAM School Contest di yang diselenggarakan oleh RYCAM dan berkolaborasi dengan ICCA di seluruh pulau besar di Indonesia. Penelitian berfokus pada Aksi Iklim di sekolah dalam dengan fokus utama SDG 12: Sustainable Consumption and Production (Konsumsi dan produksi berkelanjutan)
“Partisipasi pemuda, khususnya di tingkat sekolah, menjadi fondasi penting dalam membangun pola konsumsi dan produksi yang lebih berkelanjutan. Pengalaman RYCAM menunjukkan bahwa ruang belajar dan aksi yang tepat mampu mendorong perubahan perilaku sejak dini,” ujar Fisal Hafiz, peneliti RYCAM-JAMTANI.
Sementara itu, Yessy Siagian menyampaikan riset berjudul “Engaging Rural Youth in Climate Action: A Case Study of RYCAM’s Photo Contest in Indonesia”, yang menyoroti peran pemuda pedesaan dalam mengangkat isu perubahan iklim melalui media fotografi. Studi ini menunjukkan bahwa pendekatan kreatif dapat menjadi sarana edukasi publik yang efektif sekaligus mendorong aksi iklim nyata di tingkat komunitas.
“Media kreatif seperti fotografi membuka ruang partisipasi yang lebih inklusif bagi pemuda desa. Melalui visual, mereka tidak hanya bercerita tentang dampak perubahan iklim, tetapi juga menunjukkan aksi dan solusi yang lahir dari komunitas,” ungkap Yessy Siagian, peneliti RYCAM-YMPM.

Selain mengikuti rangkaian konferensi ilmiah, delegasi RYCAM juga terlibat dalam forum diskusi pembelajaran bersama para peneliti internasional serta mempelajari praktik adaptasi dan mitigasi perubahan iklim yang dilakukan oleh komunitas lokal di Vietnam. Kegiatan ini dilengkapi dengan kunjungan lapangan ke Climate Park Thai Nguyen University, sebuah taman iklim terbesar di Asia Tenggara yang dikembangkan dengan dukungan Brot für die Welt (BfdW) bekerja sama dengan Thai Nguyen University. Pembangunan Climate Park ini direncanakan rampung pada tahun 2026. Dalam kesempatan tersebut, delegasi RYCAM juga mengikuti round table discussion untuk membahas berbagai masukan dan peluang penyempurnaan pengembangan Climate Park ke depan. Inisiatif ini dinilai memiliki potensi besar untuk direplikasi dan dikembangkan dalam konteks Indonesia sebagai ruang edukasi, inovasi, dan kolaborasi aksi iklim.
Melalui partisipasi dalam forum internasional ini, RYCAM menegaskan komitmennya dalam memperkuat peran pemuda desa Indonesia sebagai aktor penting dalam jaringan aksi iklim global. Kehadiran inovasi dan praktik lokal Indonesia di panggung internasional membuktikan bahwa kontribusi dari tingkat akar rumput memiliki peran strategis dalam mendorong transisi menuju pembangunan rendah emisi dan berkelanjutan.



