Penulis: Yessy Anatalia Siagian
Universitas Kristen Indonesia Toraja (UKI Toraja) kembali menggelar EXPO26 bertema “Unlock Your Future: Temukan Jurusan, Bangun Mimpi, Raih Masa Depanmu” yang berlangsung di Alun-Alun Kota Rantepao, Toraja Utara, pada 26–28 Maret 2026. Expo tahunan ini menjadi ruang pertemuan antara dunia pendidikan, kreativitas anak muda, dan berbagai inovasi yang lahir dari masyarakat.
Di tengah beragam penampilan dan kompetisi yang memeriahkan kegiatan, kehadiran Young Cool Farmer Challange (YCFC) menjadi salah satu sorotan penting. Melalui stand yang dihadirkan bersama Yayasan Motivator Pembangunan Masyarakat (MPM), YCFC menunjukkan bahwa anak muda tidak hanya mampu berkontribusi dalam dunia pertanian, tetapi juga menjadi pelopor lahirnya sistem pertanian yang lebih ramah lingkungan, inovatif, dan berkelanjutan.

Expo yang Membuka Ruang bagi Kreativitas Pemuda
Pembukaan EXPO26 UKI Toraja dihadiri oleh berbagai unsur pemerintah, gereja, dan sivitas akademika, diantaranya Bupati Toraja Utara yang diwakili oleh Asisten III, Sekretaris BPS Gereja Toraja, Pengurus Yayasan Perguruan Tinggi Kristen (YPKT), serta sivitas akademika UKI Toraja.
Ketua Panitia EXPO26, Evansi Prajman Pasambo, S. Hut., M.P., menegaskan bahwa expo ini merupakan langkah awal bagi generasi muda untuk menentukan arah masa depan mereka. Senada dengan itu, Rektor UKI Toraja, Prof. Dr. Oktavianus Pasoloran, S.E., M.Si., Ak., CA., menyampaikan bahwa panggung expo ini adalah ruang bagi mahasiswa dan pemuda untuk menunjukkan kreativitas dan inovasi.
Selama tiga hari pelaksanaan, expo diisi dengan berbagai kegiatan, mulai dari defile program studi, perlombaan berbasis teknologi dan seni, hingga berbagai lomba bagi pelajar dan mahasiswa. Namun, di antara seluruh rangkaian tersebut, booth-booth pameran menjadi titik temu paling nyata antara gagasan dan aksi.
YCFC Membawa Wajah Baru Pertanian ke Tengah Expo
Di antara berbagai stand yang hadir, stand YCFC menjadi salah satu yang paling ramai dikunjungi. Melalui kelompok dampingan YCFC, yaitu Malada Grup, para petani muda menampilkan beragam produk unggulan berupa bibit tanaman hortikultura, bibit cabai ramah lingkungan, serta sayuran yang dibudidayakan tanpa pestisida dan pupuk kimia.
Kehadiran Malada Grup di EXPO26 bukan sekadar untuk menjual produk. Lebih dari itu, stand tersebut menjadi ruang edukasi bagi pengunjung tentang bagaimana pertanian dapat dijalankan dengan cara yang lebih sehat, lebih ramah lingkungan, dan tetap memiliki nilai ekonomi tinggi.
Di bawah terik matahari, anggota Malada Grup yang tergabung dalam YCFC dengan antusias menjelaskan proses pembibitan, teknik budidaya organik, hingga manfaat produk yang mereka hasilkan. Banyak pengunjung, khususnya pelajar dan mahasiswa, terlihat tertarik ketika mengetahui bahwa bibit cabai yang dipamerkan dikembangkan dengan pendekatan ramah lingkungan dan dapat menghasilkan produk pertanian yang lebih aman dikonsumsi.
Melalui partisipasi ini, YCFC berhasil memperlihatkan bahwa pertanian bukan lagi identik dengan pekerjaan berat dan tradisional. Sebaliknya, pertanian dapat menjadi ruang inovasi yang dekat dengan teknologi, kreativitas, dan semangat kewirausahaan anak muda.
Peran YCFC dalam Membuka Akses Pasar bagi Petani Muda
Partisipasi YCFC dalam EXPO26 UKI Toraja juga menunjukkan peran penting komunitas ini dalam membantu petani muda menembus pasar yang lebih luas. Selama ini, banyak kelompok tani muda memiliki produk yang baik, tetapi masih menghadapi tantangan dalam promosi, jaringan, dan akses pasar.
Melalui keikutsertaan dalam expo, Malada Grup memperkenalkan produknya secara langsung kepada masyarakat, lembaga pendidikan, dan calon mitra. Interaksi ini membuka peluang baru, baik dalam bentuk penjualan, kerja sama, maupun pengembangan jaringan.
Bagi YCFC, membangun pertanian berkelanjutan tidak cukup hanya berhenti pada proses produksi. Petani muda juga perlu dibekali kemampuan untuk memasarkan produk, membangun identitas usaha, dan menjalin relasi dengan berbagai pihak. Karena itu, expo seperti ini menjadi momentum strategis untuk mempertemukan inovasi petani muda dengan kebutuhan pasar.
Keberadaan YCFC di EXPO26 menjadi bukti bahwa anak muda mampu menguasai rantai pertanian dari hulu hingga hilir. Mereka tidak hanya mampu menanam dan menghasilkan produk, tetapi juga mampu mengemas, mempromosikan, dan menjelaskan nilai dari produk tersebut kepada masyarakat.
Menjaga Masa Depan Pertanian Berkelanjutan di Toraja
Kehadiran YCFC di EXPO26 UKI Toraja memperlihatkan bahwa regenerasi petani di Toraja sedang berlangsung. Melalui dukungan MPM dan kolaborasi dengan UKI Toraja, YCFC hadir sebagai ruang belajar sekaligus ruang tumbuh bagi generasi muda yang ingin terlibat dalam pertanian.
Lebih dari sekadar komunitas, YCFC berperan sebagai penggerak yang mendorong lahirnya petani muda yang peduli terhadap lingkungan, memiliki kemampuan berwirausaha, dan berani menghadirkan inovasi. Produk bibit cabai ramah lingkungan dan sayuran organik yang dipamerkan Malada Grup menjadi contoh nyata bagaimana anak muda dapat menghadirkan solusi atas tantangan pertanian hari ini.
Di tengah ancaman krisis iklim, degradasi lingkungan, dan berkurangnya minat generasi muda terhadap pertanian, YCFC membuktikan bahwa masa depan pertanian masih dapat dijaga. Dengan semangat kolaborasi, inovasi, dan keberanian untuk tampil di ruang publik seperti EXPO26, petani muda Toraja sedang menunjukkan bahwa mereka bukan hanya pewaris sektor pertanian, tetapi juga pencipta masa depan pertanian berkelanjutan.


