Penulis: Fisal Hafiz
π Cerita Implementasi RYCAM Young Cool Farmer Challenge
Peternakan Kambing Rendah Karbon β Eco Farm Lestari
Di sebuah kandang sederhana di Desa Paledah, Pangandaran, aktivitas peternakan kambing berjalan setiap hari. Namun bagi tim Eco Farm Lestari, kandang ini bukan hanya tempat memelihara ternak. Di sinilah mereka mencoba membuktikan bahwa peternakan kecil pun bisa menjadi bagian dari solusi perubahan iklim. Kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi program Rural Youth Climate Action Movement β Young Cool Farmer Challenge (RYCAM YCFC) yang mendorong petani muda untuk mengembangkan sistem pertanian yang berkelanjutan sekaligus bernilai ekonomi.
Setiap pagi anggota tim membersihkan kandang dan mengumpulkan urine kambing yang dialirkan melalui talang kecil ke dalam ember penampung. Dari sanalah bahan baku pupuk organik cair dikumpulkan sebelum difermentasi. Salah satu kegiatan utama adalah pemupukan rumput odot yang menjadi pakan hijauan utama bagi kambing. Upaya ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas serta ketersediaan pakan sehingga pertumbuhan ternak dapat berlangsung lebih optimal.

Selain itu, limbah dari peternakan juga dimanfaatkan secara maksimal. Urine kambing diolah menjadi pupuk organik cair (POC) melalui proses fermentasi. Pemanfaatan ini tidak hanya membantu mengurangi limbah ternak yang berpotensi mencemari lingkungan, tetapi juga menghasilkan pupuk organik yang dapat digunakan kembali untuk menyuburkan tanaman pakan maupun lahan pertanian di sekitar peternakan.
Selain itu, tim juga terus mengembangkan pakan silase sebagai alternatif pakan ternak yang bergizi dan tahan simpan. Silase menjadi solusi penting terutama ketika ketersediaan hijauan segar terbatas, sehingga ternak tetap mendapatkan asupan nutrisi yang cukup sepanjang waktu.
Selama bulan Februari, berbagai kegiatan produksi tetap berjalan dengan baik. Tim berhasil memproduksi sekitar 1200 kg kompos dari kotoran kambing yang difermentasi serta menghasilkan sekitar 300 liter pupuk organik cair dari pengolahan urine ternak. Produk-produk ini tidak hanya dimanfaatkan untuk mendukung sistem pertanian di sekitar peternakan, tetapi juga berpotensi menjadi sumber tambahan pendapatan bagi kelompok.

Namun perjalanan ini tidak selalu berjalan tanpa tantangan. Dalam periode ini, tim menghadapi kendala berupa menurunnya penjualan silase, pupuk organik cair, dan kotoran kambing. Kondisi tersebut berdampak pada penurunan pemasukan ekonomi dari kegiatan peternakan.
Untuk mengatasi hal tersebut, tim mulai melakukan berbagai upaya perbaikan. Salah satunya adalah optimalisasi manajemen pakan dan pengelolaan limbah ternak agar proses produksi tetap efisien dan berkelanjutan. Selain itu, strategi pemasaran juga mulai diperluas dengan mempromosikan produk kepada peternak di sekitar wilayah serta memanfaatkan platform e-commerce dan media sosial sebagai sarana pemasaran baru.
Ke depan, tim Eco Farm Lestari juga berharap mendapatkan dukungan dalam bentuk pendampingan untuk memperluas jaringan konsumen, sehingga produk seperti silase, pupuk organik cair, dan hasil ternak dapat menjangkau pasar yang lebih luas.
Bagi tim Eco Farm Lestari, kegiatan ini bukan hanya tentang beternak kambing. Lebih dari itu, ini adalah proses belajar untuk membangun sistem peternakan terpadu yang lebih efisien, ramah lingkungan, dan berkelanjutan. Melalui pemanfaatan pakan, pengolahan limbah menjadi pupuk, hingga pengembangan produk turunan peternakan, mereka terus berusaha membuktikan bahwa peternakan skala kecil pun dapat menjadi bagian dari solusi menghadapi tantangan perubahan iklim.
π¬ βLimbah ternak sebenarnya bisa menjadi sumber daya yang bernilai. Dengan pengelolaan yang baik, peternakan tidak hanya menghasilkan ternak, tetapi juga pupuk organik dan pakan yang mendukung pertanian berkelanjutan.β
β Dede Fahrudin, Ketua Eco Farm Lestari
Kisah Eco Farm Lestari di Paledah menjadi salah satu contoh bagaimana petani muda di daerah terus berinovasi dalam membangun peternakan rendah karbon. Dengan semangat belajar dan kerja sama, mereka perlahan membangun sistem peternakan yang tidak hanya produktif tetapi juga lebih ramah bagi lingkungan. π±ππ



