Penulis: Fisal Hafiz
🐣 Cerita Seru Implementasi RYCAM Young Cool Farmer Challenge
Azolla Tunas Harapan
📍 November 2025 – Januari 2026, Ciawi, Tasikmalaya Selatan
Di wilayah Ciawi, Tasikmalaya Selatan, sekelompok anak muda dari Kelompok Tunas Harapan Muda sedang menjalankan sebuah eksperimen sederhana namun penuh semangat. Ide utamanya berangkat dari satu tanaman air kecil yang sering dianggap biasa saja, yaitu Azolla pinnata. Bagi mereka, Azolla bukan sekadar tanaman yang mengapung di kolam, tetapi peluang untuk membangun sistem pertanian keluarga yang lebih mandiri, hemat biaya, dan ramah lingkungan.
Melalui program Rural Youth Climate Action Movement Young Cool Farmer Challenge (RYCAM YCFC), tim ini mencoba membangun sistem budidaya terpadu yang menggabungkan azolla, ikan mujair, dan bebek petelur dalam satu ekosistem kecil yang saling mendukung.

Cerita dimulai pada bulan November ketika tim menyiapkan kolam untuk memperbanyak Azolla. Sekitar 7 kg bibit ditebar setelah air kolam distabilkan pH-nya. Bersamaan dengan itu, mereka juga menyiapkan kolam ikan mujair dan menebarkan sekitar 90 kg bibit ikan. Pembangunan kandang bebek semi intensif sepanjang kurang lebih 18 meter pun dimulai di atas kolam sebagai bagian dari konsep pertanian terpadu.
Prosesnya tidak selalu mulus. Curah hujan yang tinggi sempat menurunkan pH kolam tanah dan membuat pertumbuhan Azolla melambat. Dari pengalaman itu tim belajar cepat dan memutuskan membangun kolam plastik di darat agar produksi Azolla lebih stabil. Perlahan sistem mulai terbentuk, kolam mulai berfungsi, dan kandang bebek hampir selesai.
Memasuki bulan Desember, aktivitas semakin hidup. Kandang bebek selesai dibangun dan sekitar 50 ekor bebek petelur mulai dipelihara. Dua ekor jantan juga ditambahkan sebagai bagian dari pengembangan ternak. Kolam plastik Azolla seluas sekitar 20 meter persegi dipasang untuk memastikan pakan alami tetap tersedia.
Di saat yang sama, tim juga mencoba memanfaatkan limbah organik di sekitar mereka. Bahan seperti kotoran sapi, urin domba, keong mas, azolla, daun gamal, hingga air cucian beras difermentasi menjadi pupuk organik cair. Dari proses ini mereka berhasil memproduksi sekitar 300 liter POC yang bisa digunakan kembali untuk lahan pertanian.
Rutinitas baru pun terbentuk. Setiap hari anggota kelompok bergantian memberi pakan ikan dan bebek, mencari keong mas di sawah sebagai pakan tambahan, serta merawat ternak agar tetap sehat. Awalnya bebek sempat mengalami masa adaptasi dan belum bertelur, tetapi kesabaran mereka akhirnya terbayar ketika telur pertama mulai muncul.
“Capeknya mencari keong untuk pakan bebek, bebek yang sempat drop dan harus menyesuaikan dengan lingkungan baru membuat mereka belum bertelur. Tapi akhirnya ada kebahagiaan ketika ternak yang kita urus setiap hari mulai memberikan hasil sedikit demi sedikit,”
ujar Silvi Shinta, Ketua Tim Tunas Harapan Muda.

Memasuki Januari, kegiatan kelompok semakin stabil. Produksi telur mulai berjalan, pupuk organik cair dipanen, dan tim mulai menyiapkan lahan untuk budidaya sayuran organik seperti sawi dan pakcoy. Bedengan dibersihkan dan lahan dipersiapkan sebagai langkah berikutnya dalam memperluas sistem pertanian terpadu yang mereka bangun.
Bagi anggota kelompok, perjalanan ini bukan hanya soal beternak atau menanam, tetapi juga tentang proses belajar bersama.
“Banyak sekali kebersamaan yang terjalin, ilmu baru yang kami pelajari, dan pendewasaan karakter pada masing masing anggota,”
tutur Silvi.
Cerita Tunas Harapan menunjukkan bahwa pertanian keluarga tidak selalu harus dimulai dari lahan luas atau modal besar. Dengan kolam sederhana, kandang bebek, dan tanaman Azolla yang tumbuh di permukaan air, mereka mulai membangun ekosistem pertanian kecil yang saling terhubung. Limbah berubah menjadi pupuk, pakan berubah menjadi produksi, dan kebersamaan menjadi kekuatan utama untuk terus berkembang.
Cerita ini menjadi salah satu kisah menarik dari implementasi Young Cool Farmer Challenge. Di berbagai daerah, petani muda sedang mencoba cara cara baru untuk bertani lebih mandiri, lebih ramah lingkungan, dan tetap menyenangkan untuk dijalani. 🌱🦆



