Penulis: Fisal Hafiz (RYCAM-JAMTANI)
🐛Cerita Seru Implementasi RYCAM Young Cool Farmer Challenge! (GERIMIeS)
📍 November 2025, Desa Bojong, Pangandaran
Awalnya cuma proyek biasa: ngurus sampah dapur, budidaya maggot, dan tanam palawija organik. Tapi siapa sangka, kegiatan ini justru jadi salah satu cara nyata untuk membantu mengurangi emisi gas rumah kaca sekaligus menghasilkan pakan bernilai ekonomi.
Lewat program Young Cool Farmer Challenge dengan pendekatan ekonomi sirkular terpadu, tim GERIMIeS menyulap bangunan maggot yang dulu jarang dipakai jadi unit produksi aktif. Sekarang, kapasitasnya bisa sampai 1 ton maggot per minggu lumayan banget, kan?
Sebanyak 200 gram telur BSF sudah ditebar, dengan 500 kg sampah organik sebagai media pakan. Proses penetasan dan perawatan awal dikerjakan bareng oleh 7 peserta, dengan target panen pertama sekitar 150 kg maggot. Selain panen, bonus besarnya adalah ratusan kilo sampah dapur yang berhasil dialihkan dari tempat pembuangan. Lingkungan senang, tim pun ikut senang.
Tentu saja, perjalanan nggak selalu mulus. Selain urus pakan, tim juga pasang jaring, perangkap hama, dan rutin sterilisasi kandang. Tapi tetap saja… kadang ada kejutan yang datang tanpa undangan.
🦎 Siang Itu Kandang Mendadak Jadi Arena Survival
Suatu pagi yang kelihatannya bakal santai, tiba-tiba suasana kandang maggot berubah total. Seekor biawak entah dari mana muncul, masuk kandang dengan penuh percaya diri, kayak mau audit.
Tanpa basa-basi, dia langsung mengacak bipon, bikin media pakan berantakan, maggot kabur, ember goyang, dan peserta yang lagi kerja langsung panik level nasional. Suasana serius berubah jadi misi penyelamatan darurat.
Setelah beberapa menit penuh strategi, refleks, dan deg-degan, akhirnya si biawak berhasil diarahkan keluar. Walau kandang sempat kacau, momen itu justru bikin tim makin solid dan makin sadar bahwa budidaya maggot itu bukan cuma soal panen, tapi juga soal siap menghadapi “tamu tak diundang”.
“Budidaya maggot itu bukan cuma ngurus pakan dan panen, tapi juga siap perang sama tamu nggak diundang yang super pede masuk kandang. Untung tim solid, maggot selamat, biawak pulang, dan kami pulang bawa cerita.”
Husni, Ketua Tim GERIMIeS

🌿 Desember 2025
Memasuki bulan Desember, aktivitas di lapangan makin hidup dan penuh cerita. Tim mengolah lahan seluas 1.000 m² untuk budidaya kangkung dengan target panen sekitar 30 hari. Sebanyak 6 orang terlibat di budidaya maggot dan 5 orang di kangkung. Hasil awal cukup menggembirakan 97 kg maggot, 50 kg kasgot, dan yang paling membanggakan sekitar 8.000 kg sampah organik berhasil dialihkan dari lingkungan. Budidaya kangkung sudah berjalan, sementara maggot dan kasgot telah memasuki siklus budidaya kedua.
Walau produksi maggot masih belum sesuai target, semangat tim tetap menyala. Kolaborasi dengan bank sampah mulai dirintis untuk memperkuat pasokan pakan dan bahan organik. Di sisi lain, lahan kangkung yang cukup dalam membuat proses tanam dan penyiraman perlu ekstra tenaga dan strategi. Tapi justru di situlah serunya setiap tantangan jadi pelajaran, setiap proses jadi cerita, dan setiap langkah kecil tetap bermakna besar untuk lingkungan dan ketahanan pangan.
Kalau satu kandang maggot saja bisa melahirkan cerita se-seru ini, bisa dibayangkan betapa banyak kisah inspiratif, lucu, menegangkan, dan penuh makna yang dialami peserta YCFC lainnya di lapangan.
Setiap lokasi punya tantangan unik, setiap tim punya cerita perjuangan sendiri, dan setiap proyek menyimpan pelajaran berharga tentang lingkungan, ketahanan pangan, dan kerja kolaboratif.
Yuk, lanjutkan petualangannya. Baca cerita YCFC lainnya dan temukan bagaimana anak muda Indonesia mengubah masalah lingkungan jadi solusi nyata 🌍✨



