Penulis: Bayu Putra Yamin Lande
Gowa, Januari 2026 – Perubahan iklim kini menjadi tantangan nyata bagi sektor pertanian, terutama di wilayah pedesaan. Pola cuaca yang semakin tidak menentu, peningkatan suhu, serta risiko banjir dan kekeringan yang terus meningkat berdampak langsung pada produktivitas pertanian dan kesejahteraan masyarakat. Di tengah kondisi ini, peran pemuda desa masih belum optimal dalam merespons isu global yang semakin mendesak.
Melihat tantangan tersebut, lembaga Motivator Pembangunan Masyarakat (MPM) melalui project RYCAM menghadirkan AgriClimate Explorer 2026 sebagai ruang belajar dan aksi nyata melalui kegiatan Sekolah Lapang Iklim Agribisnis (SLIA). Program ini dikemas dalam bentuk pembelajaran lapangan yang interaktif, aplikatif, dan berbasis potensi lokal.
Melalui kegiatan ini, generasi muda pedesaan dibekali pengetahuan, keterampilan, serta pengalaman langsung untuk memahami perubahan iklim. Mereka juga belajar mengelola risiko, dan mengembangkan agribisnis yang adaptif, tangguh, dan berkelanjutan. RYCAM percaya, pemuda desa adalah motor penggerak perubahan menuju pertanian masa depan yang hijau, mandiri, dan berdaya saing.

Pembelajaran Nyata di Lapangan
AgriClimate Explorer merupakan kegiatan kunjungan lapangan yang melibatkan peserta dan fasilitator SLIA serta tim RYCAM dari MPM. Kegiatan ini dilaksanakan pada 9–10 Januari 2026 di Fresko Organik Farm dan SporaHome sebagai ruang belajar langsung tentang praktik pertanian dan agribisnis adaptif iklim.
Melalui kegiatan ini, peserta mempelajari manajemen budidaya, pengolahan hasil, hingga pengembangan nilai tambah dan kewirausahaan. Pembelajaran lapangan ini dirancang untuk menghubungkan teori dengan praktik nyata, sekaligus membekali generasi muda dengan keterampilan membangun pertanian yang tangguh dan berkelanjutan.
Mendorong Peran Strategis Pemuda
Pemuda adalah kunci perubahan. Di tangan generasi muda, masa depan pertanian berkelanjutan dapat tumbuh dan berkembang. Melalui AgriClimate Explorer, RYCAM bersama MPM menghadirkan ruang belajar, berkreasi, dan berinovasi bagi para pemuda untuk menjawab tantangan perubahan iklim di sektor pertanian.
Kegiatan ini diharapkan dapat memperluas wawasan generasi muda tentang isu iklim, menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan, serta membekali peserta dengan keterampilan praktis berbasis kearifan lokal dan memahami potensi bisnis dalam produk yang dihasilkan. Tidak hanya belajar, peserta juga diajak untuk menciptakan solusi nyata yang berdampak bagi masyarakat.
AgriClimate Explorer menjadi wadah lahirnya inovator muda dan wirausaha tangguh yang siap mengembangkan agribisnis ramah lingkungan dan berdaya saing. Di sini, ide-ide kreatif bertemu dengan aksi nyata, membentuk generasi yang adaptif, mandiri, dan siap memimpin perubahan.
Komitmen untuk Pertanian Berkelanjutan
Melalui AgriClimate Explorer 2026, peserta diharapkan mampu mengidentifikasi praktik agribisnis yang adaptif terhadap perubahan iklim, menyusun ide dan rencana usaha yang inovatif serta berkelanjutan. Mereka didorong, untuk meningkatkan rasa percaya diri sebagai pelaku agribisnis muda. Untuk merekam jejak itu, peserta juga didorong untuk menghasilkan dokumentasi pembelajaran berupa catatan lapangan dan rencana tindak lanjut sebagai bekal pengembangan diri.
Lahirnya kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen MPM dalam memperkuat kapasitas generasi muda pedesaan agar siap menghadapi tantangan iklim. Melalui pembelajaran langsung yang kolaboratif dan aplikatif, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga keterampilan dan sikap yang dibutuhkan untuk membangun pertanian yang tangguh dan berdaya saing.



