Petani Muda Perkenalkan Berbagai Inovasi untuk Mendorong Pertanian yang Lebih Tangguh terhadap Perubahan Iklim

Petani Muda CBFS: Bertani, Tangguh Iklim, dan Cuan
September 11, 2026
RYCAM Bergerak: Solidaritas untuk Petani Muda Young Cool Farmer Challenge di Manggarai
October 27, 2026

Petani Muda Perkenalkan Berbagai Inovasi untuk Mendorong Pertanian yang Lebih Tangguh terhadap Perubahan Iklim

Penulis: Fisal Hafiz (RYCAM–JAMTANI)

Tasikmalaya, 13 Oktober 2026. Inovasi pertanian tidak selalu lahir dari laboratorium atau ruang penelitian. Banyak di antaranya justru berkembang dari pengalaman petani dalam menghadapi berbagai persoalan di lapangan. Pengalaman tersebut kemudian menjadi bahan pembelajaran yang menarik ketika dipertemukan dengan dunia akademik.

Hal ini terlihat dalam kegiatan Farmer Goes to Campus (FGC) 2026 yang berlangsung di Universitas Siliwangi (UNSIL), Tasikmalaya, pada 12–13 Oktober 2026. Kegiatan ini mempertemukan petani muda dengan mahasiswa dan akademisi untuk berbagi pengalaman, memperkenalkan inovasi, serta mendiskusikan peluang pengembangan pertanian yang lebih tangguh terhadap perubahan iklim.

Kegiatan ini diselenggarakan melalui program Rural Youth Climate Action Movement (RYCAM) oleh Jaringan Masyarakat Tani Indonesia (JAMTANI), bersama Aliansi Organis Indonesia (AOI) dan UNSIL. Melalui FGC, petani muda mendapatkan kesempatan untuk memperkenalkan berbagai produk dan inovasi yang selama ini mereka kembangkan di tingkat usaha tani.

Dari Pengalaman Petani ke Ruang Akademik

Berbagai inovasi yang diperkenalkan dalam kegiatan ini berangkat dari kebutuhan dan potensi lokal. Mulai dari pertanian organik, pemanfaatan limbah dan sumber daya lokal, hingga pengembangan teknologi dalam kegiatan pertanian dan peternakan.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari perjalanan Young Cool Farmer Challenge (YCFC), yang memberikan kesempatan kepada petani muda untuk mengembangkan gagasan dan menerapkannya dalam usaha masing-masing. Sebelumnya, melalui Climate Business Field School (CBFS), peserta mendapatkan pembelajaran mengenai perubahan iklim dan pengembangan usaha tani.

Salah satu pengalaman tersebut dibagikan oleh Tim Kelinci Gila saat mengikuti pameran dalam rangkaian Farmer Goes to Campus. Mereka menceritakan bagaimana pelatihan dan dukungan yang diberikan melalui RYCAM-JAMTANI membantu mereka mengembangkan gagasan hingga dapat diterapkan.

Tim Anak Bawang (Peserta YCFC season 2) memamerkan miniatur ide usaha pertanian dan productnya pada event Farmer Goes To Campus

“Kami mengikuti pelatihan yang diadakan oleh RYCAM-JAMTANI, yaitu CBFS. Lalu, kami diberi ruang dan didorong untuk mengikuti ide yang kami usulkan. Alhamdulillah, ide tersebut lolos dan berhasil kami implementasikan,” ungkap Oning perwakilan Tim Kelinci Gila.

Pengalaman tersebut memperlihatkan bahwa pendampingan petani muda tidak berhenti pada kegiatan pelatihan. Kesempatan untuk mengembangkan gagasan dan menerapkannya secara langsung juga menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran.

Dalam kegiatan FGC, pengalaman para petani muda kemudian dipertemukan dengan perspektif mahasiswa dan akademisi. Melalui diskusi dan kolaborasi kelompok, peserta membahas berbagai topik, mulai dari pertanian dan peternakan, operasional laboratorium, pascapanen, hingga pengembangan inovasi pertanian.

Dosen Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Siliwangi sekaligus Ketua Pelaksana kegiatan, Indra Permana, menyambut positif pertemuan tersebut. Menurutnya, kegiatan ini memberikan kesempatan bagi petani untuk mengenal fasilitas kampus, termasuk laboratorium dan lahan percobaan.

Ia menjelaskan bahwa kegiatan tersebut sejalan dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

“Melalui kegiatan ini, hasil penelitian dosen dapat disampaikan kepada petani sebagai mitra pengguna. Sebaliknya, kami juga belajar dari petani mengenai permasalahan di lapangan dan kebutuhan utama mereka,” ujar Indra.

Menurutnya, masukan dari petani dapat menjadi dasar penelitian yang lebih relevan dan berdampak bagi masyarakat. Ia juga berharap kegiatan ini dapat meningkatkan semangat petani untuk mengembangkan usaha dan menghasilkan produk sendiri, seperti pupuk organik maupun olahan pangan.

Menghubungkan Pembelajaran dengan Praktik

Bagi JAMTANI melalui RYCAM, kegiatan ini menjadi salah satu cara untuk mempertemukan proses pembelajaran yang selama ini dilakukan bersama petani muda dengan pihak lain yang dapat mendukung pengembangannya.

Kustiwa Adinata, Direktur JAMTANI sekaligus Project Leader RYCAM, menyampaikan bahwa petani muda perlu mendapatkan kesempatan lebih besar untuk menunjukkan pengalaman dan inovasi yang mereka kembangkan.

“Melalui Farmer Goes to Campus, kami ingin menunjukkan bahwa petani muda bukan hanya penerima pengetahuan, tetapi juga memiliki pengalaman dan inovasi yang dapat menjadi sumber pembelajaran bagi banyak pihak. Melalui Young Cool Farmer Challenge, mereka telah mengembangkan berbagai gagasan dan mempraktikkannya di lapangan. Sekarang, melalui kolaborasi dengan kampus dan mitra, kami ingin membuka ruang agar inovasi tersebut dapat dipelajari, dikembangkan, dan memberikan manfaat yang lebih luas.

Bagi kami, pertanian yang tangguh iklim juga harus tetap memberikan nilai ekonomi bagi petani. Karena itu, penting untuk mempertemukan praktik di lapangan dengan pengetahuan akademik dan dukungan berbagai pihak, sehingga petani muda tidak berjalan sendiri dalam mengembangkan usahanya.”

Melalui Farmer Goes to Campus, pengalaman yang dikembangkan petani muda di lapangan dapat dikenal oleh mahasiswa dan akademisi. Di sisi lain, pertemuan ini juga memberikan kesempatan bagi petani untuk memperoleh masukan dan menjajaki kerja sama dengan perguruan tinggi.

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi awal dari hubungan yang lebih berkelanjutan antara petani muda dan dunia akademik. Dengan demikian, inovasi yang berkembang di tingkat petani tidak hanya menjadi pengalaman masing-masing kelompok, tetapi juga dapat menjadi bahan pembelajaran dan pengembangan pertanian di Indonesia.

Dari lahan ke kampus, petani muda membawa pengalaman dan inovasi yang mereka kembangkan untuk dibagikan, dipelajari, dan dikembangkan bersama.


Kontak Media

RYCAM Indonesia
Website: https://rycam.id
Email: mail@rycam.id

Tim Pelaksana RYCAM

  • Jaringan Masyarakat Tani Indonesia (JAMTANI)
  • Motivator Pembangunan Masyarakat Toraja (MPM)
  • Centre for Rural Development (SLE), Humboldt University Berlin

Mitra kolaborasi kegiatan:
Aliansi Organis Indonesia (AOI) dan Universitas Siliwangi (UNSIL)

Didukung oleh:
International Climate Initiative (IKI)