Petani Muda CBFS: Bertani, Tangguh Iklim, dan Cuan

Pemenang YCFC Season 2 2026: Inovasi Petani Muda Menuju Pertanian Tangguh Iklim
August 20, 2026

Petani Muda CBFS: Bertani, Tangguh Iklim, dan Cuan

Penulis: Fisal Hafiz

Lokasi: Demplot CBFS Rycam -JAMTANI (PANGANDARAN)

Bagi sebagian anak muda, ajakan untuk turun ke sawah mungkin masih membuat mereka berpikir dua kali. Bertani sering kali dianggap sebagai pekerjaan yang kotor, melelahkan, dan jauh dari teknologi. Sawah seolah menjadi ruang kerja generasi sebelumnya, bukan tempat untuk membangun masa depan.

Namun, pandangan itu perlahan berubah.

Melalui Climate Business Field School (CBFS), salah satu program dalam Rural Youth Climate Action Movement (RYCAM), anak muda diajak melihat pertanian dari sudut pandang yang berbeda. Bukan hanya tentang menanam dan memanen, tetapi juga tentang belajar, berinovasi, menghadapi perubahan iklim, dan membangun usaha yang menghasilkan.

Prosesnya dilakukan langsung di lahan. Peserta belajar dari kondisi nyata, mulai dari membuat pupuk, mengelola tanaman, menghadapi hama, hingga akhirnya merasakan sendiri bagaimana proses budidaya berujung pada panen.

Salah satu peserta CBFS mengaku bahwa sebelumnya ia hanya memiliki sedikit pengetahuan tentang pertanian.

“Awalnya saya hanya punya sedikit pengetahuan tentang pertanian, mulai dari membuat pupuk dan mengurus hama. Sampai sekarang, saya akhirnya bisa merasakan langsung apa sih panen padi itu? Seperti apa rasanya?”

Pengalaman tersebut membuatnya melihat pertanian dengan cara yang berbeda.

“Menurut saya, di bidang pertanian itu seru ya. Menurut anak-anak muda sekarang, pertanian itu apa sih? Kotor, enggak ada Wi-Fi. Tapi bagi saya, untuk menambah pengalaman dan pengetahuan buat masa depan, ini adalah sebuah bekal yang sangat mantap.”

Pengalaman itu pula yang menjadi salah satu tujuan CBFS RYCAM: membangun generasi muda yang tidak hanya mau bertani, tetapi mampu melihat pertanian sebagai sebuah usaha.

Karena itu, peserta tidak hanya belajar soal budidaya. Mereka juga diperkenalkan pada cara berpikir seorang agripreneur, bagaimana mengelola usaha, memahami biaya dan hasil, melihat peluang, serta mencari cara agar pertanian dapat memberikan pendapatan yang lebih baik. Di saat yang sama, mereka belajar menerapkan praktik yang lebih tangguh terhadap perubahan iklim.

Bagi Asroni, salah satu fasilitator CBFS, menjadi petani muda memiliki makna yang lebih luas.

“Menjadi petani muda bukan sekadar memilih profesi, melainkan merawat bumi, menjaga bumi, dan membangun masa depan dari tanah sendiri. Petani muda, merdeka!”

Setelah melalui rangkaian pembelajaran selama kurang lebih 14 pertemuan, proses tersebut akhirnya sampai pada momen yang paling ditunggu: panen.

Ai Rinawati, Programme Manager Rural Youth Climate Action Movement (RYCAM), menyampaikan rasa syukurnya melihat peserta menyelesaikan rangkaian sekolah lapang iklim tersebut.

“Dengan kita sekarang sudah melakukan panen padi di demplot, dalam rangka Climate Business Field School RYCAM untuk musim ketiga kalinya, kita telah menyelesaikan rangkaian sekolah lapang iklim ini selama kurang lebih 14 pertemuan.”

Namun, bagi RYCAM, hasil CBFS bukan hanya tentang berapa banyak padi yang berhasil dipanen.

“Alhamdulillah bisa sampai dengan panen, sehingga mudah-mudahan kegiatan ini bukan hanya menghasilkan panen berupa padi saja, tapi ilmunya juga bisa bermanfaat untuk para peserta.”

Ilmu dan pengalaman itulah yang diharapkan terus dibawa peserta setelah kembali ke daerah masing-masing. Sebab, regenerasi petani bukan sekadar memastikan anak muda mau turun ke sawah. Lebih dari itu, anak muda perlu memiliki pengetahuan, keberanian, dan kemampuan untuk menjadikan pertanian sebagai sumber penghidupan yang layak.

Itulah yang ingin dibangun RYCAM: anak muda yang tidak hanya bisa bertani, tetapi juga tahu bagaimana membuat usaha pertaniannya tetap berjalan di tengah perubahan iklim dan tentu saja menghasilkan cuan

Bagi peserta CBFS, sawah akhirnya bukan lagi sekadar tempat untuk bekerja. Di sana mereka belajar, mencoba, gagal, memperbaiki, sampai akhirnya melihat sendiri hasilnya saat panen.

Karena bertani hari ini bukan berarti kembali ke masa lalu.

Bertani berarti membangun usaha.
Bertani berarti merawat bumi.
Bertani juga berarti menghasilkan.

CBFS RYCAM: Cuan, cuan, cuan!