Pemenang YCFC Season 2 2026: Inovasi Petani Muda Menuju Pertanian Tangguh Iklim

Semai Benih Harapan, Raih Perubahan: Perjalanan Pemuda Indonesia dalam RYCAM Youth Camp 2026
August 11, 2026

Pemenang YCFC Season 2 2026: Inovasi Petani Muda Menuju Pertanian Tangguh Iklim

Penulis: Fisal Hafiz (Rycam-Jamtani)

Indonesia, 31 Juni 2026. Rural Youth Climate Action Movement (RYCAM), Jaringan Masyarakat Tani Indonesia (JAMTANI), Motivator Pembangunan Masyarakat Toraja (MPM), bersama Centre for Rural Development (SLE) Humboldt University Berlin, kembali mendorong keterlibatan petani muda Indonesia dalam pengembangan pertanian yang tangguh terhadap perubahan iklim melalui Young Cool Farmer Challenge (YCFC) Season 2.

YCFC Season 2 menjadi ruang bagi petani muda untuk mengembangkan inovasi berbasis potensi lokal dengan pendekatan pertanian rendah emisi, agroekologi, ekonomi sirkular, efisiensi sumber daya, teknologi pertanian, dan kedaulatan pangan.

Pelaksanaan YCFC Season 2 menjadi bagian dari komitmen RYCAM untuk membangun ruang belajar dan aksi yang berkelanjutan bagi petani muda melalui dua musim YCFC. Jika Season 1 menjadi langkah awal untuk menemukan dan menguji gagasan inovatif, Season 2 memperluas keterlibatan dan mendorong semakin banyak inovasi untuk diwujudkan menjadi aksi nyata di lapangan.

Sebanyak 26 kelompok mengajukan proposal dengan total 179 peserta, termasuk 87 perempuan. Proposal berasal dari berbagai wilayah Indonesia, mulai dari Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan Barat, Nusa Tenggara Timur hingga Sulawesi Selatan.

Dari seluruh proposal yang masuk, terpilih 12 kelompok pemenang yang akan mendapatkan dukungan implementasi dan pendampingan untuk mengembangkan inovasi mereka di lapangan. Gagasan yang diusung mencakup pertanian organik dan regeneratif, agroekologi, ekonomi sirkular, pemanfaatan limbah, efisiensi air, hingga penerapan teknologi IoT dan energi surya.

Puji Hanggarawaty, Agroecosystem Manager di KEHATI sekaligus juri YCFC bidang pertanian berkelanjutan, menilai YCFC menjadi ruang penting untuk mengapresiasi inovasi petani muda berbasis potensi lokal.

“YCFC menjadi ruang untuk mengapresiasi inovasi petani muda berbasis potensi lokal dan kajian ilmiah menuju pertanian yang tangguh iklim, berdaulat pangan, berkeadilan, dan berdampak bagi ekologi, sosial, serta ekonomi.”

Dari sisi pengukuran emisi, Indra Permana, juri Gas Rumah Kaca YCFC sekaligus konsultan emisi pertanian RYCAM, menilai inovasi peserta semakin mengarah pada prinsip Net Zero Farming.

“YCFC Season 2 menunjukkan bahwa inovasi generasi muda semakin mengarah pada prinsip Net Zero Farming. Ke depan, klaim penurunan emisi perlu didukung perhitungan terukur melalui RYCAM GHG Calculator agar dampaknya dapat diverifikasi secara objektif.”

Ai Rinawati, Program Manager Jamtani-Rycam, menegaskan bahwa YCFC tidak hanya menjadi kompetisi, tetapi ruang bagi petani muda untuk bergerak dari gagasan menuju aksi.

“YCFC bukan sekadar kompetisi, tetapi ruang bagi petani muda untuk mengubah potensi lokal menjadi inovasi dan aksi nyata menuju pertanian yang tangguh iklim sekaligus bernilai ekonomi.”

Ke-12 kelompok pemenang akan mengimplementasikan inovasi mereka di Kabupaten Bogor, Kota Tasikmalaya, Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Ciamis, Kabupaten Pangandaran, Kabupaten Sukoharjo, Kabupaten Kayong Utara, Kabupaten Manggarai, Kabupaten Maros, Kabupaten Tana Toraja, dan Kabupaten Toraja Utara.

Beragamnya inovasi dan wilayah pemenang menunjukkan bahwa solusi pertanian tangguh iklim dapat tumbuh dari berbagai konteks lokal. Mulai dari pengolahan limbah menjadi sumber daya, pertanian organik dan regeneratif, hingga pemanfaatan teknologi dan energi terbarukan, petani muda menunjukkan perannya sebagai pelaku perubahan dalam membangun sistem pangan yang lebih berkelanjutan.

YCFC Season 2 juga menandai keberlanjutan komitmen RYCAM dalam membangun ruang inovasi bagi petani muda. Dalam dua musim pelaksanaannya, YCFC telah memberikan ruang kepada 24 kelompok petani muda untuk mengembangkan dan mengimplementasikan berbagai inovasi menuju pertanian yang lebih tangguh iklim, rendah emisi, dan berkelanjutan.

Melalui YCFC Season 2, RYCAM terus mendorong generasi muda untuk tidak hanya menjadi penerima dampak perubahan iklim, tetapi menjadi penggerak inovasi dan solusi menuju pertanian rendah emisi, berdaulat pangan, inklusif, dan bernilai ekonomi.

Kontak Media

RYCAM Indonesia
Website: www.rycam.id/ycfc
Email: mail@rycam.id

Tim Pelaksana RYCAM

  • Jaringan Masyarakat Tani Indonesia (JAMTANI)
  • Motivator Pembangunan Masyarakat Toraja (MPM)
  • Centre for Rural Development (SLE) – Humboldt University Berlin

Didukung oleh:

International Climate Initiative (IKI)


LAMPIRAN

Daftar Pemenang Young Cool Farmer Challenge (YCFC)

Season 2 – 2026

No.Tim/KelompokJudul ProposalLokasi Kegiatan
1Rumah Magot MerdesaWaste to Wealth: Zero Waste Limbah MBG Berbasis Maggot BSFKabupaten Bogor, Jawa Barat
2Bumi Segar Farm (BSF)Smart Circular Agro-System: Integrasi Bioekonomi Jagung dan Ayam Berbasis Teknologi Sensor IoT dan Energi Surya untuk Mewujudkan Pertanian Tangguh IklimKota Tasikmalaya, Jawa Barat
3Santri Siap Karya FarmPenerapan Pertanian Organik Terpadu Berbasis Permakultur untuk Kemandirian Pangan dan Pertanian Rendah Emisi di PesantrenKabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat
4Dewi SRI (Sabar Ridho Ikhlas)Penerapan SRI Organik dalam Mendukung Pertanian Hijau dan Kesejahteraan PetaniKabupaten Ciamis, Jawa Barat
5Kelompok Pemberdaya Pertanian Ansor LangkaplancarPemanfaatan Limbah Kotoran Domba dan Limbah Sekam Padi untuk Dijadikan Pupuk Organik Karbon Aktif dengan Pendekatan Ramah Lingkungan dan Rendah EmisiKabupaten Pangandaran, Jawa Barat
6Anak BawangBawang to Bawang: Transisi Pupuk Organik Regeneratif Bisnis Bawang Merah Rendah EmisiKabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah
7Z Farm KayongSistem Smart Drip Irrigation Berbasis IoT untuk Budidaya Cabai Menuju Cool FarmingKabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat
8Orang Mudah KreatifIrigasi Sprinkler dari Pipa Paralon dengan Teknik Rotary SprinklerKabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur
9Lingkar TaniLadang Pulih: Membangun Komunitas Pangan Berdaulat melalui AgroekologiKabupaten Maros, Sulawesi Selatan
10Pemuda Penggerak BatimurungAkselerasi Produktivitas Cabai Rawit Dan Oeningkatan Stok Karbon Tanah Melalui Integrasi Aplikasi Biochar Sekam Padi Dan Pupuk Cair (Poc) Di Desa PelalanKabupaten Luwu, Sulawesi Selatan
11GamarantaPemanfaatan Limbah Biogas untuk Pertanian OrganikKabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan
12Kawasik EcoFarmEco-Katokkon: Pertanian Cabai Lokal Hemat Air dan Rendah EmisiKabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan